Mengulas Museum Solomon R. Guggenheim, Museum Seni Yang Sangat Besar

Mengulas Museum Solomon R. Guggenheim, Museum Seni Yang Sangat Besar – The Museum Solomon R. Guggenheim, kerap diucap selaku The Guggenheim, merupakan suatu museum seni yang terdapat di 1071 Fifth Avenue di ujung Timur ke- 89 Jalur di Upper East Side area Manhattan, New York City.

Mengulas Museum Solomon R. Guggenheim, Museum Seni Yang Sangat Besar

villaterracemuseum.org – Ini merupakan rumah permanen dari koleksi seni Impresionis, Pasca- Impresionis, Modern dini, serta kontemporer yang lalu bertumbuh serta pula menunjukkan demonstrasi spesial sejauh tahun. Museum ini dibuat oleh Yayasan Solomon R. Guggenheimpada tahun 1939 selaku Museum Gambar Non- Objektif, di dasar edukasi ketua pertamanya, Hilla von Rebay. Itu mengadopsi julukan dikala ini pada tahun 1952, 3 tahun sehabis kematian pendirinya Solomon R. Guggenheim.

Baca Juga : Rijksmuseum Merupakan Museum Seni Yang Ada Di Belanda

Pada tahun 1959, museum alih dari ruang sewaan ke gedung dikala ini, suatu buatan arsitektur era ke- 20 yang populer yang didesain oleh Frank Lloyd Wright. Gedung silinder, lebih luas di bagian atas dari di bagian dasar, dikira selaku” kuil arwah”. Galeri rampnya yang istimewa memanjang dari dataran tanah dalam lilitan yang jauh serta berkelanjutan di sejauh pinggir luar gedung sampai selesai pas di dasar skylight lelangit. Gedung ini hadapi ekspansi serta penyempuraan ensiklopedis pada tahun 1992 kala tower yang berdampingan dibentuk, serta dari tahun 2005 sampai 2008.

Koleksi museum sudah bertumbuh sepanjang 8 dasawarsa serta dibuat di atas sebagian koleksi individu yang berarti, diawali dengan koleksi Solomon R. Guggenheim. Koleksinya dibagikan dengan museum kerabat di Bilbao, Spanyol serta di tempat lain. Pada tahun 2013, nyaris 1, 2 juta orang mendatangi museum, serta jadi tuan rumah demonstrasi sangat terkenal di New York City.

Sejarah

Tahun- tahun dini serta Hilla Rebay

Solomon R. Guggenheim, seseorang badan keluarga pertambangan yang banyak, sudah mengakulasi karya- karya para hulu berumur semenjak tahun 1890- an. Pada tahun 1926, beliau berjumpa dengan artis Hilla von Rebay, yang memperkenalkannya pada seni avant- garde Eropa, spesialnya seni abstrak yang baginya mempunyai pandangan kebatinan serta utopis( seni non- objektif). Guggenheim seluruhnya mengganti strategi pengumpulannya, antara lain berpindah ke buatan Wassily Kandinsky. Beliau mulai memperlihatkan koleksinya ke khalayak di apartemennya di Plaza Penginapan di New York City. Bersamaan bertambahnya koleksi, beliau mendirikanYayasan Solomon R. Guggenheim, pada tahun 1937, buat meningkatkan penghargaan seni modern.

Museum Gambar Non- Objektif

Tempat awal yayasan buat menunjukkan seni,” Museum Gambar Non- Objektif”, dibuka pada tahun 1939 di dasar bimbingan Rebay, di tengah kota Manhattan. Di dasar edukasi Rebay, Guggenheim berupaya memasukkan dalam koleksi contoh- contoh sangat berarti dari seni non- objektif yang ada pada dikala itu oleh para modernis dini semacam Rudolf Bauer, Rebay, Kandinsky, Piet Mondrian, Marc Chagall, Robert Delaunay, Fernand Léger, Amedeo Modigliani serta Pablo Picasso.

Pada dini 1940- an, yayasan itu sudah mengakulasi sedemikian itu banyak koleksi gambar avant- garde alhasil keinginan hendak bangunan museum permanen jadi nyata. Pada tahun 1943, Rebay serta Guggenheim menulis pesan pada Frank Lloyd Wright memintanya buat mengonsep bentuk buat menampung serta memajang koleksi itu. Wright menyambut peluang buat bereksperimen dengan style organiknya di area perkotaan. Memerlukan durasi 15 tahun, 700 coretan, serta 6 set lukisan kegiatan buat membuat museum.

Pada tahun 1948, koleksinya bertumbuh cepat lewat pembelian dekat 730 barang kepunyaan dealer seni Karl Nierendorf, paling utama gambar ekspresionis Jerman. Pada dikala itu, koleksi yayasan melingkupi cakupan yang besar dari buatan ekspresionis serta surealis, tercantum gambar oleh Paul Klee, Oskar Kokoschka serta Joan Miró. Sehabis kematian Guggenheim pada tahun 1949, badan keluarga Guggenheim yang bersandar di badan dewan yayasan mempunyai perbandingan individu serta filosofis dengan Rebay, serta pada tahun 1952 beliau mengundurkan diri selaku ketua museum. Tetapi begitu, beliau meninggalkan beberapa dari koleksi pribadinya ke yayasan dalam wasiatnya, tercantum karya- karya Kandinsky, Klee, Alexander Calder, Albert Gleizes, Mondrian serta Kurt Schwitters. Museum ini bertukar julukan jadi Museum Solomon R. Guggenheim pada tahun 1952.

Desain

Rebay menguasai ruang itu selaku” kuil arwah” yang hendak menyediakan metode terkini dalam memandang karya- karya modern dalam koleksi. Ia menulis pada Wright kalau” tiap- tiap adikarya besar ini wajib diatur ke luar angkasa, serta cuma Kamu… yang hendak mencoba mungkin buat melaksanakannya. Aku mau kuil arwah, tugu!”

Komentator Paul Goldberger setelah itu menulis kalau, saat sebelum gedung modernis Wright,” cuma terdapat 2 bentuk biasa buat konsep museum: Kastel Beaux- arts serta Paviliun Style Global.” Goldberger menyangka gedung itu selaku dorongan buat pergantian, menjadikannya” dengan cara sosial serta adat bisa diperoleh oleh seseorang arsitek buat mengonsep museum yang amat ekspresif serta amat individu. Dalam penafsiran ini, nyaris tiap museum di era kita merupakan anak dari Guggenheim.”

Dari tahun 1943 sampai dini 1944, Wright menciptakan 4 coretan berlainan buat konsep dini. Sedangkan salah satu atlas( desain C) mempunyai wujud heksagonal serta lantai datar buat galeri, seluruh atlas yang lain mempunyai desain melingkar serta memakai tanjakan yang bersinambung di dekat bangunan. Ia sudah bereksperimen dengan konsep jalur pada tahun 1948 di VC Morris Gift Shop di San Francisco serta di rumah yang ia selesaikan buat putranya pada tahun 1952, Rumah David serta Gladys Wright di Arizona.

Rancangan asli Wright diucap” ziggurat” menjempalit, sebab menyamai tangga terjal pada ziggurat yang dibentuk di Mesopotamia kuno. Desainnya melenyapkan pendekatan konvensional buat aturan posisi museum, di mana wisatawan dibawa lewat serangkaian ruangan yang silih berkaitan serta dituntut buat menelusuri kembali tahap mereka dikala pergi.

Konsep Wright merupakan supaya para pengunjung museum naik ke pucuk bangunan dengan lift, turun dengan bebas di sejauh lereng miring yang miring, serta memandang atrium bangunan selaku buatan seni terakhir.. Rotunda terbuka berikan penonton mungkin istimewa buat memandang sebagian ruang kegiatan di tingkatan yang berlainan dengan cara berbarengan serta apalagi buat berhubungan dengan pengunjung di tingkatan lain.

Pada dikala yang serupa, saat sebelum berdiam di web buat museum di ujung 89 Jalur serta Museum Mile bagian Fifth Avenue, mengarah Central Park, Wright, Rebay serta Guggenheim dikira bermacam posisi di Manhattan, dan di Riverdale bagian Bronx, mengarah ke Bengawan Hudson. Guggenheim merasa kalau keakraban posisi dengan Central Park itu berarti; halaman diserahkan dorongan dari keributan, kemacetan serta batu kota. Alam pula membagikan gagasan untuk museum.

Gedung menciptakan usaha Wright” buat membuat elastisitas yang menempel pada wujud organik dalam arsitektur”. Guggenheim merupakan salah satunya museum yang didesain oleh Wright. Posisi kota mewajibkan Wright buat merancang gedung dalam wujud lurus dari mendatar, jauh berlainan dari buatan pedesaan tadinya.

Konsep lilitan menegaskan pada cangkang nautilus, dengan ruang lalu menembus mengalir leluasa satu ke yang lain. Walaupun merangkul alam, konsep Wright pula mengatakan pemikirannya mengenai ilmu ukur kelu arsitektur modernis. Wright menyangka arti simbolis dari wujud gedung itu. Ia menarangkan,” bentuk- bentuk geometris ini membuktikan gagasan orang khusus, atmosfer batin, sentimen- seperti misalnya: bundaran, tidak terbatas; segitiga, kesatuan sistemis; lilitan, perkembangan organik; persegi, integritas.”

Wujud bergaung satu serupa lain di semua: kolom berupa bulat panjang, misalnya, mengulangi ilmu ukur air mancur. Circularity merupakan leitmotif, dari rotunda sampai konsep tatahan lantai teraso. Sebagian guru besar arsitektur memperkirakan kalau tangga lilitan dobel yang didesain oleh Giuseppe Momo pada tahun 1932 di Museum Vatikan merupakan gagasan buat jalur serta atrium Wright. Jaroslav Josef Polívka menolong Wright dengan konsep sistemis serta sukses mengonsep jalur galeri tanpa kolom perimeter.

Dataran Guggenheim dibuat dari batu buat kurangi bayaran, lebih kecil dari susunan batu yang di idamkan Wright. Wright menganjurkan bidang luar bercorak merah, yang tidak sempat direalisasikan. Rotunda kecil( ataupun” Gedung alat pemantau”, begitu juga Wright menyebutnya) di sisi rotunda besar dimaksudkan buat menampung kondominium buat Rebay serta Guggenheim namun justru jadi kantor serta ruang penyimpanan.

Pada tahun 1965, lantai 2 bangunan Alat pemantau direnovasi buat menunjukkan koleksi permanen museum yang lalu meningkat, serta dengan perbaikan museum pada tahun 1990–92, bangunan itu seluruhnya diganti jadi ruang demonstrasi serta dipanggil Bangunan Thannhauser, di martabat salah satu peninggalan terutama untuk museum.

Konsep dini Wright buat tower, sanggar artis, serta kondominium yang berdampingan tidak terealisasi, beberapa besar sebab alibi finansial, sampai penyempuraan serta ekspansi. Pula dalam arsitektur aslinya, skylight galeri penting sudah ditutup, yang mengusik dampak pencerahan yang diartikulasikan dengan hati- hati oleh Wright. Ini berganti pada tahun 1992 kala skylight dikembalikan ke konsep aslinya.

Tahun Sweeney serta penanganan konstruksi

Pada tahun 1953, patokan pengumpulan yayasan diperluas di dasar ketua barunya, James Johnson Sweeney. Sweeney menyangkal pemecatan Rebay dari” obyektif” gambar serta arca, serta beliau lekas didapat Constantin Brâncuşi s Adam serta Hawa( 1921), diiringi oleh karya- karya pematung modernis yang lain, tercantum Joseph Csaky, Jean Arp, Calder, Alberto Giacometti serta David Smith. Sweeney menggapai luar era ke- 20 buat mendapatkan Paul Cézanne s Man dengan crossed Senjata( c. 1899).

Pada tahun yang serupa, yayasan pula menyambut hadiah berbentuk 28 buatan berarti dari Estate of Katherine S. Dreier, penggagas koleksi awal Amerika yang diucap museum seni modern, Société Anonyme. Dreier sempat jadi kawan Rebay. Karya- karya itu tercantum Little French Girl( 1914–18) oleh Brâncuși, suatu gambar alam barang tanpa kepala karangan( 1916) oleh Juan Gris, suatu arca perunggu( 1919) oleh Alexander Archipenko serta 3 mosaik( 1919–21) oleh Dadaist Schwitters Hanoverian Jerman. Ini pula tercantum buatan Calder, Marcel Duchamp, El Lissitzky serta Mondrian. Antara lain, Sweeney pula mendapatkan buatan Alberto Giacometti, David Hayes, Willem de Kooning serta Jackson Pollock.

Baca Juga : Mengulas Museum Vasa Yang Ada Di Stockholm

Sweeney memantau separuh dua belas buah tahun terakhir pembangunan bangunan museum, sepanjang durasi itu ia mempunyai ikatan antagonis dengan Frank Lloyd Wright, paling utama hal permasalahan pencerahan bangunan. Gedung silinder yang khas nyatanya jadi buatan besar terakhir Wright, sebab si arsitek tewas 6 bulan saat sebelum pembukaannya.

Dari jalur, gedung ini nampak semacam pita putih yang digulung jadi gundukan silinder, lebih luas di bagian atas dari bagian dasar, menunjukkan nyaris seluruh dataran membengkok. Penampilannya amat kontras dengan gedung Manhattan yang umumnya berupa persegi jauh yang mengelilinginya, suatu kenyataan yang digemari oleh Wright, yang mengklaim kalau museumnya hendak membuat Kota besar Museum of Art di dekatnya.” nampak semacam bangunan Protestan”. Dengan cara dalam, galeri pandangan membuat rute lilitan heliks yang menaiki lama- lama dari dataran tanah ke jendela asbes di bagian atas.

Close