Museo del Prado Salah satu Museum Seni Yang Ada Di Madrid, Spain

Museo del Prado Salah satu Museum Seni Yang Ada Di Madrid, Spain – The Prado Museum merupakan museum seni nasional Spanyol, yang terdapat di pusat Madrid. Dengan sebuah cara yang sangat besar dikira mempunyai salah satu koleksi seni Eropa terbaik di bumi, yang berawal dari era ke- 12 sampai dini era ke- 20, bersumber pada pada Koleksi Kerajaan Spanyol tadinya, serta salah satunya koleksi seni Spanyol terbaik. Dibuat selaku museum gambar serta arca pada tahun 1819, museum ini juga berisi koleksi penting dari jenis karya lainnya.

Museo del Prado Salah satu Museum Seni Yang Ada Di Madrid, Spain

villaterracemuseum.org – Museum Prado ialah salah satu blog yang amat banyak dikunjungi di alam, dan dikira berlaku seperti salah satu museum seni terbanyak Di dalam alam. Berbagai ciptaan Francisco Goya, bintang film tunggal yang amat banyak diwakili, serta oleh Hieronymus Bosch, El Greco, Peter Paul Rubens, Titian, dan Diego Velázquez, ialah beberapa yang menarik dari koleksi ini. Velázquez dan mata yang tajam serta kepekaannya pula bertanggung jawab untuk membawa banyak koleksi bagus museum pakar Italia ke Spanyol, dikala ini yang paling banyak di luar Italia.

Baca Juga : Mengulas Museum Solomon R. Guggenheim, Museum Seni Yang Sangat Besar

Koleksinya dikala ini terdiri dari dekat 8. 200 lukisan, 7. 600 gambar, 4. 800 edisi, serta 1. 000 arca, di sisi banyak buatan seni serta akta memiliki yang lain. Hingga tahun 2012, exhibition hall ini memajang dekat 1. 300 buatan di gedung penting, sedangkan dekat 3. 100 buatan dipinjamkan sedangkan ke bermacam exhibition hall serta badan sah.

Lebihnya terletak di bangunan. Dampak endemi COVID-19, pada 2020 kehadirannya anjlok 76 persen jadi 852. 161. Walaupun begitu, Prado mendiami tingkatan selaku exhibition hall ke-16 yang sangat banyak didatangi dalam catatan gallery seni yang sangat banyak didatangi di bumi pada tahun 2020. Ini merupakan salah satu exhibition hall terbanyak di Spanyol.

Sejarah

Gedung yang saat ini jadi rumah Museo Nacional del Prado didesain pada tahun 1785 oleh arsitek Pencerahan di Spanyol Juan de Villanueva atas perintah Charles III buat menampung Dewan menteri Asal usul Alam. Walaupun begitu, guna akhir gedung tidak diputuskan hingga cucu raja, Ferdinand VII, didorong oleh istrinya, Istri raja María Isabel de Braganza, menyudahi buat memakainya selaku Museum Gambar serta Arca Kerajaan yang terkini. Exhibition hall Kerajaan, yang setelah itu diketahui selaku Museum Seni Menggambar serta Arca Nasional, serta berikutnya Museo Nacional del Prado, dibuka buat biasa buat awal kalinya pada November 1819.

Exhibition hall ini terbuat dengan tujuan dobel buat memperlihatkan karya-karya seni kepunyaan Kekuasaan Spanyol serta buat membuktikan pada semua Eropa kalau seni Spanyol mempunyai hasil yang serupa dengan sekolah nasional yang lain. Exhibition hall ini pula menginginkan sebagian penyempuraan sepanjang period 19 serta 20, sebab kenaikan koleksi dan kenaikan warga yang mau memandang seluruh koleksi yang dipunyai Museum.

Brosur awal Museum, diterbitkan pada tahun 1819 serta cuma dikhususkan buat gambar Spanyol, tercantum 311 gambar, walaupun pada durasi itu Museum menampung 1. 510 dari bermacam adres kerajaan, Reales Sitios, tercantum karya-karya dari sekolah lain. Koleksi kerajaan yang amat berarti, yang membuat inti dari Museo del Prado dikala ini, mulai bertambah dengan cara penting pada period ke-16 sepanjang time Charles V serta bersinambung di dasar raja Habsburg serta Bourbon yang sukses. Usaha serta niat mereka menimbulkan Koleksi Kerajaan diperkaya oleh sebagian adikarya yang saat ini bisa diamati di Prado.

Ini tercantum The Descent from the Cross oleh Rogier van der Weyden, The Garden of Earthly Delightsoleh Hieronymous Bosch, Ksatria dengan Tangan di Dadanya oleh El Greco, Kematian Gadis oleh Mantegna, Keluarga Bersih, yang diketahui selaku” La Perla”, oleh Raphael, Charles V di Mülhberg oleh Titian, Kristus Membilas Kaki Anak didik oleh Tintoretto, Dürer s potret diri, Las Meninas oleh Velázquez, The Three Graces oleh Rubens, serta The Family of Charles IV oleh Goya.

Tidak hanya karya- karya dari koleksi kerajaan Spanyol, kepemilikan yang lain bertambah serta memperkaya Museum dengan adikarya lebih lanjut, semacam 2 Gaya bahasa oleh Goya. Di antara museum yang saat ini ditutup yang koleksinya sudah ditambahkan ke Prado merupakan Museo de la Trinidad pada tahun 1872, serta Museo de Arte Moderno pada tahun 1971. Tidak hanya itu, banyak peninggalan, donasi, serta pembelian amat berarti untuk perkembangan dari koleksi.

Bermacam buatan merambah Prado dari Museo de la Trinidad, tercantum The Fountain of Grace oleh School of Van Eyck, altarpieces Santo Domingo serta San Pedro Syahid yang dilukis buat asrama Santo Tomás di paviliun oleh Pedro Berruguete, serta 5 kanvasoleh El Greco dieksekusi buat Colegio de doña María de Aragón. Beberapa besar gambar Museum era ke- 19 berawal dari sisa Museo de Arte Moderno, tercantum buatan Madrazos, José de Madrazo y Agudo serta Federico de Madrazo, Vicente López, Carlos de Haes, Eduardo Rosales serta Sorolla.

Sehabis deposisi Isabella II pada tahun 1868, museum dinasionalisasi serta mendapatkan julukan terkini” Museo del Prado”. Gedung itu menampung koleksi seni kerajaan, serta dengan kilat teruji sangat kecil. Ekspansi awal ke museum terjalin pada tahun 1918. Semenjak invensi Museo del Prado lebih dari 2. 300 gambar sudah dimasukkan ke dalam koleksinya, dan banyak arca, edisi, lukisan serta buatan seni lewat peninggalan, donasi serta pembelian, yang beramal beberapa besar Pemerolehan Terkini.

Banyak peninggalan sudah memperkaya kepemilikan Museum, semacam koleksi medali luar lazim yang diserahkan ke Museum oleh Pablo Bosch; lukisan serta item seni ornamental yang dibiarkan oleh Pedro Fernández Durán dan adikarya Van der Weyden, Duran Madona; serta peninggalan Ramón de Errazu dari gambar era ke- 19.

Donasi yang amat berarti tercantum hadiah Gambar Gelap Goya dari Barón Emile dErlanger pada tahun 1881. Di antara banyak buatan yang sudah masuk koleksi lewat pembelian merupakan sebagian yang luar lazim yang didapat dalam sebagian tahun terakhir tercantum 2 buatan El Greco, The Fable serta The Flight into Egypt didapat pada 1993 serta 2001, The Countess of Chinchon buatan Goyadibeli pada 2000, Potret Ferdinando Brandani buatan Velázquez, didapat pada 2003, The Wine of Saint Martins Day buatan Bruegeldibeli pada 2010 serta Madonna of the Pomegranate buatan Fra Angelicodibeli pada 2016.

Antara 1873 serta 1900, Prado menolong menghiasi gedung kota, universitas terkini, serta gereja. Sepanjang Republik Spanyol Kedua 1931- 1936, fokusnya merupakan pada pengembangan museum provinsi. Sepanjang Perang Kerabat Spanyol, atas saran Aliansi Bangsa- Bangsa, karyawan museum memindahkan 353 gambar, 168 lukisan serta Harta Karun Dauphin serta mengirim buatan seni itu ke Valencia, setelah itu ke Girona, serta kesimpulannya ke Jenewa. Seni wajib dikembalikan melewati area Prancis dengan sepur malam ke museum sehabis dimulainya Perang Bumi II. Sepanjang tahun- tahun dini kediktatoran Francisco Franco, banyak gambar dikirim ke kedutaan.

Gedung penting diperbesar dengan paviliun pendek di bagian balik antara tahun 1900 serta 1960. Pelebaran selanjutnya merupakan pencampuran 2 gedung( bersebelahan namun tidak bersebelahan) ke dalam bentuk kelembagaan museum: Casón del Buen Retiro, yang dilengkapi buat memajang sampai 400 gambar serta yang menampung beberapa besar seni era ke- 20 dari tahun 1971 sampai 1997, serta Salón de Reinos( Bangunan Tahta), tadinya merupakan Museum Angkatan Bumi.

Pada tahun 1993, perpanjangan yang diusulkan oleh ketua Prado dikala itu, Felipe Garin, dengan kilat dibiarkan sehabis gelombang kritik. Pada akhir 1990- an, profesi asbes senilai$14 juta memforsir adikarya Velázquez Las Meninas buat mengganti galeri 2 kali. Pada tahun 1998, paviliun Prado di dekat Casón del Buen Retiro ditutup buat koreksi senilai$10 juta sepanjang 2 tahun yang melingkupi 3 tingkatan dasar tanah terkini. Pada tahun 2007, museum kesimpulannya melakukan cetak biru Rafael Moneo buat meluaskan ruang pamerannya jadi 16. 000 m persegi, dengan impian bisa tingkatkan jumlah wisatawan tahunan dari 1, 8 juta jadi 2, 5 juta.

Suatu foyer beratap kaca serta berupa baji saat ini bermuatan gerai- gerai museum serta kafetaria, memindahkan mereka dari gedung penting buat membuat lebih banyak ruang buat galeri. Asrama Jerónimo era ke- 16 sudah dibongkar batu untuk batu buat membuat alas buat tingkatkan kemantapan gedung di sekelilingnya serta hendak dipasang kembali di ekspansi museum yang terkini. Tuas hidrolik wajib dipakai buat menghindari bilik basement jatuh sepanjang arsitektur. Pelebaran merupakan gedung dasar tanah yang mengaitkan gedung penting dengan gedung lain yang segenap direkonstruksi.

Pada November 2016, diumumkan kalau arsitek Inggris Norman Foster, dalam cetak biru bersama dengan Carlos Rubio Carvajal, hendak merenovasi Hall of Realms, yang sempat jadi bagian dari kastel Buen Retiro serta mengubahnya jadi ekspansi Prado senilai$32 juta.

Museum memublikasikan penentuan Foster serta Rubio sehabis hakim meninjau ide dari 8 finalis pertandingan– tercantum David Chipperfield, Rem Koolhaas serta Eduardo Souto de Moura–, yang sudah tersaring dari catatan dini 47 regu global dari arsitek. Gedung ini dimerger oleh Prado pada tahun 2015, sehabis berperan selaku museum angkatan sampai tahun 2005. Cetak biru ini didesain buat berikan Prado dekat 61. 500 kaki persegi ruang bonus yang ada, di mana dekat 27. 000 kaki persegi hendak dipakai buat memperlihatkan buatan.

Bentuk bersejarah

Museo del Prado merupakan salah satu gedung yang dibentuk pada era rezim Charles III( Carlos III) selaku bagian dari desain gedung mewah yang didesain buat membagikan Madrid ruang kota yang monumental. Gedung yang menampung Museum Prado awal mulanya didesain oleh José Moñino y Redondo, Pangeran Floridablanca serta ditugaskan pada tahun 1785 oleh Charles III buat reurbanización Paseo del Prado. Buat tujuan ini, Charles III memanggil salah satu arsitek favoritnya, Juan de Villanueva, pengarang pula dari Ladang Raya serta Gedung Kota Madrid di dekatnya.

The prado(” padang rumput”) yang mana museum saat ini berdiri berikan julukan ke wilayah, yang Salón del Prado( setelah itu Paseo del Prado), serta buat museum itu sendiri pada menasionalisasi. Pengerjaan gedung menyudahi pada akhir rezim Charles III serta sepanjang Perang Semenanjung serta terkini diawali lagi pada era rezim cucu Charles III, Ferdinand VII. Tempat itu sudah dipakai selaku markas kavaleri serta bangunan amunisi buat gerombolan Napoleon yang berplatform di Madrid sepanjang perang.

Baca Juga : Mengulas Sejarah Museum Dari Layanan Band Marinir Kerajaan

Penyempuraan selanjutnya yang hendak dicoba Museum ini hendak dicoba oleh arsitek Inggris, Norman Foster. Penyempuraan ini disetujui pada Juni 2020 serta diperkirakan hendak menyantap durasi minimun 4 tahun.

Demonstrasi khusus

Antara 8 November 2011 serta 25 Maret 2012, segerombol 179 buatan seni dibawa ke Museo del Prado dari Museum Hermitage di St. Petersburg. Karya- karya populer tercantum:

  • Seseorang Kaum cerdik cendekia( 1631), oleh Rembrandt
  • Player Kecapi( c. 1596), oleh Caravaggio
  • Ekstasi Santo Teresa( 1647), oleh Bernini
  • Permainan of Bowls( 1908), oleh Henri Matisse
  • Buket Bunga Jagung dengan Batang Oat dalam Jambangan( c. 1900), oleh House of Fabergé
  • Kolam di Montgeron( 1876), oleh Claude Monet
  • Sabuk ikat pinggang dengan monster yang melanda jaran,( era ke- 4–3 SM),( bunga kencana dari Koleksi Siberia Peter I)
  • Moonrise, Two Men on the Shore( c. 1900), oleh Caspar David Friedrich
  • Aransemen VI( 1913), oleh Wassily Kandinsky
  • Metafisik Sedang hidup( 1918), oleh Giorgio Morandi

Kebalikannya, buat awal kalinya dalam 200 tahun sejarahnya, Museo del Prado melangsungkan rekreasi demonstrasi koleksi adikarya Italia yang populer di Galeri Nasional Victoria di Melbourne, Australia, dari 16 Mei 2014 sampai 31 Agustus 2014. Banyak dari karya- karyanya belum sempat meninggalkan Spanyol.

Museum terdekat

Prado, dengan Museum Thyssen- Bornemisza di dekatnya serta Museo Reina Sofía, membuat Segitiga Kencana Seni Madrid. Di dekatnya merupakan Real Academia de Bellas Artes de San Fernando. The Museo Arqueológico rumah sebagian seni Mesir Kuno, Mesopotamia, Yunani, serta Bulu halus tadinya di koleksi Prado. The Museum Angkatan Laut, diatur oleh Departemen Pertahanan, pula di dekatnya.

Close