Sejarah dan Koleksi Museum Orsay atau Musée d’Orsay

villaterracemuseumSejarah dan Koleksi Museum Orsay atau Musée d’Orsay . The Musée dOrsay merupakan suatu museum di Paris, Prancis, di Left Bank of the Seine. Itu bertempat di sisa Gare dOrsay, Beaux- Artsstasiun sepur api yang dibentuk antara tahun 1898 serta 1900.

Museum ini menaruh beberapa besar buatan seni Prancis yang berawal dari tahun 1848 sampai 1914, tercantum gambar, arca, mebel, serta fotografi. Ini menampung koleksi terbanyak buatan Impresionis serta pasca- Impresionis di bumi, oleh ilustrator tercantum Berthe Morisot, Degas, Renoir, Monet, Manet, Cézanne, Sisley, Seurat, Gauguin, serta Van Gogh. Banyak dari buatan ini diadakan di Galerie nationale du Jeu de Paumesebelum museum dibuka pada tahun 1986. Ini merupakan salah satu museum seni terbanyak di Eropa.

Baca Juga : Metropolitan Museum Art, Museum Seni Terbesar di Amerika Serikat

Pada 2020 museum mempunyai 867. 724 wisatawan, turun 76 persen dari yang muncul pada 2019, sebab endemi COVID- 19. Walaupun turun, museum ini mendiami tingkatan kelima simpati dalam catatan museum seni yang sangat banyak didatangi pada tahun 2020.

Perancis memanglah dapat diucap selaku gudangnya buatan seni, mulai dari gambar, arca sampai arsitektur gedung. Hasil buatan seni Perancis telah amat diketahui besar oleh warga bumi. Ilustrasinya semacam gambar monalisa yang populer, gambar ini ditaruh di Museum Louvre Perancis.

Tidak takluk dengan Museum Louvre, Museum Orsay pula mempunyai energi raih tertentu. Salah satu karakteristik khas yang dipunyai oleh Museum Orsay merupakan kehadiran jam besar di ruang penting yang sedang berperan dengan bagus.

Museum ini sesungguhnya merupakan suatu stasiun sepur api, yang dibentuk pada tahun 1900 oleh Victor Laloux. Pada durasi itu stasiun itu berperan selaku halte arah Paris- Orléans serta bangunan ini diucap Gare d’ Orsay.

Stasiun ini ditutup pada 1939 serta pada tahun 1978 diresmikan selaku tugu memiliki serta cagar adat. Setelah itu pada bulan Desember 1986 dibuka kembali buat biasa selaku museum.

Semenjak dikala itu, museum ini berisikan bermacam berbagai buatan seni Perancis yang berbagai macam. Ada gambar, arca, gambar serta lain serupanya. Museum pantas dijadikan selaku catatan kunujungan dikala terletak di Perancis sebab berlainan dengan museum- museum yang lain, museum ini amat pekat dengan karakteristik khas Perancis. Mengenang kalau para artis yang ciptaannya diperlihatkan serta diabadikan di museum ini kebanyakan merupakan orang Perancis asli.

Bila kamu terpikat buat mendatangi museum ini, hingga dikenakan bayaran karcis masuk. Harga yang butuh kalian beri uang buat masuk ke dalam museum ini merupakan 14 euro ataupun dekat 225. 000 rupiah.

Tetapi bila kamu membutuhkan masuk museum ini dengan cara free, kamu dapat tiba pada hari minggu awal tiap bulannya. Kamu dapat masuk ke museum tanpa butuh melunasi karcis apapun.

Posisi Museum Orsay sendiri terletak di pinggir kiri bengawan Seine di Arrondissement VII persisnya alamatnya terletak di 1 Rue de la Légion d’ Honneur, 75007 Paris. Museum ini buka dari hari Senin sampai Minggu jam 09: 30 hingga 18: 00.

Sejarah Museum Orsay atau Musée d’Orsay

Gedung museum ini awal mulanya merupakan stasiun sepur api, Gare dOrsay, yang terdapat di sisi bengawan Seine. Lokasinya yang esensial aman buat para turis komuter. Stasiun ini dibentuk buat Chemin de Fer de Parisà Orléans serta berakhir pada tahun 1900 Exposition Universelle dengan konsep 3 arsitek: Lucien Magne,Émile Bénard serta Victor Laloux. Konsep Gare dOrsay dikira selaku” anakronisme”.

Karena sepur api merupakan inovasi modern pada era itu, arsitek serta dalang bersama menginginkan gedung yang hendak menciptakan identitas modern dari moda pemindahan terkini ini.

Gare dOrsay justru memperoleh gagasan dari era kemudian buat rancangan kebinasaan sampai menutupi teknologi canggih di dalamnya. Itu merupakan halte sepur api di barat energi Prancis sampai 1939.

Pada tahun 1939, program pendek stasiun jadi tidak sesuai buat sepur api yang lebih jauh yang dipakai buat layanan rute penting. Sehabis 1939 itu dipakai buat layanan pinggiran kota serta beberapa jadi pusat pengiriman sepanjang Perang Bumi II.

Itu setelah itu dipakai selaku satu set buat sebagian film, semacam Kafka s The Trial yang diadaptasi oleh Orson Welles, serta selaku kayangan untuk Industri Pentas Renaud- Barrault serta para ahli lelang, sedangkan Penginapan Drouot lagi dibentuk kembali.

Pada 1970- an profesi diawali pada membuat suatu gorong- gorong 1 kilometer jauh di dasar stasiun selaku bagian dari invensi rute C dari Réseau Cepat Régional dengan stasiun terkini di dasar stasiun berumur.

Pada tahun 1970, permisi diserahkan buat memusnahkan stasiun namun Jacques Duhamel, Menteri Kultur, menyangkal konsep buat membuat penginapan terkini selaku gantinya. Stasiun ini dimasukkan dalam catatan bonus Tugu Memiliki serta kesimpulannya tertera pada tahun 1978.

Usulan buat menghasilkan stasiun ini museum tiba dari Direktorat Museum Perancis. Idenya merupakan buat membuat suatu museum yang hendak menjembatani kesenjangan antara Louvre serta Museum Nasional Seni Modern diPusat Georges Pompidou.

Konsep itu diperoleh oleh Georges Pompidou serta riset dicoba pada tahun 1974. Pada tahun 1978, suatu pertandingan diselenggarakan buat mengonsep museum terkini. Arsitektur ACT, suatu regu yang terdiri dari 3 arsitek belia( Pierre Colboc, Renaud Bardon serta Jean- Paul Philippon), dianugerahi kontrak yang mengaitkan pembuatan ruang lantai terkini seluas 20. 000 m persegi( 220. 000 kaki persegi) di 4 lantai.

Profesi arsitektur dicoba oleh Bouygues. Pada tahun 1981, arsitek Italia Gae Aulentidipilih buat merancang bidang dalamnya tercantum penyusunan dalam, riasan, mebel serta perkakas museum. Penyusunan galeri yang dirancangnya kompleks serta menaiki 3 tingkatan penting yang terletak di dasar atrium kubah barel museum.

Baca Juga : Sejarah Library of Congress di Washington, DC

Di tingkatan penting gedung, suatu nave pusat dibangun oleh bentuk batu di sekelilingnya yang tadinya ialah program sepur gedung. Bentuk tengah tengah membagi arca serta ruang galeri yang amat besar serta sediakan bagian yang lebih terorganisir buat memandang seni.

Pada Juli 1986, museum sedia menyambut pamerannya. Memerlukan durasi 6 bulan buat memasang dekat 2000 gambar, 600 arca, serta buatan yang lain. Museum ini dengan cara sah dibuka pada Desember 1986 oleh kepala negara dikala itu, François Mitterrand.

Tiap dikala, dekat 3. 000 buatan seni dipamerkan di Musée dOrsay. Di dalam museum ada bentuk rasio 1: 100 yang terbuat oleh Richard Peduzzi dari panorama alam hawa Paris Opera serta zona sekelilingnya yang dikemas di dasar lantai kaca yang dilewati pemirsa dikala mereka melampaui museum.

Instalasi ini membolehkan wisatawan buat menguasai pemograman kota Paris pada dikala itu, yang menghasilkan pementasan ini salah satu yang sangat terkenal di museum. Demonstrasi lain di dalam museum merupakan” A Passion for France: The Marlene and Spencer Hays Collection”.

Koleksi ini disumbangkan oleh Marlene and Spencer Hays, kolektor seni yang bermukim di Texas serta sudah mengumpulkan buatan seni semenjak dini 1970- an. Pada tahun 2016 museum menaati buat menaruh koleksi dekat 600 buatan seni dalam satu koleksi dari disebarkan ke semua demonstrasi yang lain.

Semenjak Perang Bumi II, Prancis belum sempat mengamalkan koleksi seni luar negara sebesar ini. Koleksinya beberapa besar menggemari buatan post- impresionis. Bintang film yang diperlihatkan dalam koleksi ini merupakan Bonnard, Vuillard, Odilon Redon, Maurice Denis, Aristide Maillol, Edgar Degas, André Derain, serta Jean- Baptiste- Camille Corot.

Buat berikan ruang untuk seni yang sudah didonasikan, Musée dOrsay dijadwalkan buat menempuh alih bentuk radikal sepanjang dasawarsa selanjutnya, pada tahun 2020. Penguraian ini didanai beberapa oleh penjaga AS anonim yang mengamalkan€ 20 juta buat cetak biru gedung yang diketahui selaku Orsay Grand Ouvert( Orsay Wide Open).

Hadiah itu diserahkan lewat American Friends of the Musées dOrsay et de lOrangerie. Bertepatan pada penanganan yang diproyeksikan merupakan 2026, dengan mempraktikkan galeri terkini serta kesempatan pembelajaran buat mensupport pengalaman yang konduktif.

Koleksi Patung

Wujud seni arca amat disukai pada era ke- 19 serta banyak dipakai selaku metode buat menunjukkan peran sosial serta politik seorang dan menggantikan pandangan hidup sepanjang rentang waktu ini.

Tetapi, pada medio era ke- 20 arca mulai jadi lusuh sebab banyaknya arca yang berhubungan dengan daulat. Sehabis pergantian pemikiran pada banyak arca dari era ke- 19, mereka mulai ditaruh di bangunan serta tidak lagi dipajang.

Terkini sehabis alterasi stasiun sepur Orsay jadi museum Musée dOrsay pada tahun 1970- an, patung- patung dari era ke- 19 ditatap berarti lagi. Bagian tengah yang besar di dalam museum terkini menawarkan zona yang sempurna buat memperlihatkan arca.

Sepanjang grand opening pada bulan Desember 1986 dari museum 1, 200 arca berlainan muncul. Arca itu diimpor dari bermacam berbagai koleksi semacam, Lourve, pinjaman negeri, serta Musée du Luxembourg.

Museum ini pula mendapatkan lebih dari 200 arca saat sebelum dibuka lewat donasi dari para penikmat seni, garis generasi artis, serta banyak orang dengan cara totalitas buat mensupport Musée dOrsay.

Semenjak grand opening pada tahun 1986, museum sudah mengakulasi buatan dari pasar uang yang sempat dipamerkan oleh museum ataupun institusi lain semacam Nature Unveiling Herself Before Science oleh Louis- Ernest Barrias yang awal mulanya ditugaskan buat Conservatoire des Arts et Métiers, dan, The Thought serta Gapura Neraka dari Auguste Rodin.

Museum ini pula membeli buatan spesial buat memuat kehampaan serta menuntaskan koleksi luar biasa yang telah terdapat di museum semacam salah satu panel Be Mysterious oleh Paul Gauguin, set komplit Célébrités du Juste Milieu dari Honoré Daumier, serta Maturity oleh Camille Claudel. Dikala ini terdapat lebih dari 2. 200 arca yang terdapat di Musée dOrsay.

Pematung penting yang diwakili dalam koleksi tercantum Alfred Barye, Jules Cavelier, François Rude, Jean- Baptiste Carpeaux, Auguste Rodin,Émile- Coriolan Guillemin, Paul Gauguin, Sarah Bernhardt, Camille Claudel, serta Honoré Daumier.

Close