Sejarah Fakta Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta

Sejarah Fakta Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta – The Ullen Sentalu Museum merupakan adat serta keelokan Jawa museum yang terdapat di Kaliurang lapangan besar, Yogyakarta, Jawa, Indonesia. Museum ini menunjukkan aset serta artefak dari rumah kerajaan serta istana Jawa, semacam Yogyakarta, Pakualam, Surakarta, serta Mangkunegaran.

villaterracemuseum – Museum Ullen Sentalu terdapat di wilayah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, merupakan museum yang menunjukkan adat serta kehidupan para adiwangsa Bangsa Mataram( Kasunanan Surakarta, Kerajaan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, serta Kadipaten Pakualaman) bersama koleksi beragam batik( bagus style Yogyakarta ataupun Surakarta).

Museum ini pula menunjukkan figur raja- raja bersama permaisurinya dengan bermacam berbagai busana yang dikenakan tiap harinya. Julukan Ullen Sentalu ialah kependekan dari bahasa Jawa:“ ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang maksudnya merupakan“ Bercahaya lampu blencong ialah petunjuk orang dalam berjalan serta meniti kehidupan”.

Filsafah ini didapat dari suatu lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan boneka kulit( blencong) yang ialah sinar yang senantiasa beranjak buat memusatkan serta menyinari ekspedisi hidup kita. Museum ini dibuat oleh salah seseorang adiwangsa Yogyakarta yang diketahui amat dekat dengan keluarga istana Surakarta serta Yogyakarta.

Baca Juga : Sejarah dan Koleksi Museum Orsay atau Musée d’Orsay

Di Museum Ullen Sentalu, bisa dikenal gimana para kakek moyang Jawa membuat batik yang mempunyai maksud serta arti yang mendalam di dalam tiap coraknya. Terdapat pula bermacam asal usul hal kondisi adat Jawa kuno dengan seluruh aturannya. Kondisi museum yang dibentuk dengan bagus, sanggup membuat wisatawan semacam terserap ke era Jawa kuno yang luar biasa.

Sejarah

Museum Ullen Sentalu ialah museum individu yang dipelopori oleh keluarga Haryono serta saat ini diatur oleh Yayasan Ulating Blencong. Dibuat pada tahun 1994 serta ditetapkan pada bertepatan pada 1 Maret 1997, bersamaan dengan bertepatan pada yang diperingati tiap tahun selaku hari memiliki Kota Yogyakarta. Pengukuhannya dicoba oleh KGPAA Pakis Alam VIII yang dikala itu berprofesi selaku Gubernur Provinsi Wilayah Eksklusif Yogyakarta.

Sebagian figur yang sempat jadi badan serta pengajar yayasan antara lain ISKS Pakis Buwono XII Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPAA Pakis Alam VIII Kerajaan Pakualaman, GBPH Poeger- Putra Baginda HB VIII-, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani- putri Mangkunegara VII-, Hartini Sukarno- istri almarhum Kepala negara Soekarno-, serta KP. Dokter. Samuel Wedyadiningrat DSB. Konk.

Fakta Museum Ullen Sentalu

Tersaring selaku museum kedua terbaik di Indonesia tahun 2018 oleh para konsumen web travel TripAdvisor, museum ini dibuat dengan impian jadi“ jendela pembuka peradaban seni serta adat Jawa, sekalian jembatan komunikasi untuk angkatan belia”.

1. Julukan“ Ullen Sentalu” ialah suatu singkatan

Julukan museum yang terdengar istimewa ini nyatanya ialah kependekan dari suatu perkataan bahasa Jawa“ Ulating blencong sejatine tataraning lumaku”. Perkataan itu berarti bercahaya lampu blencong( lampu yang dipergunakan dikala pertunjukkan boneka kulit) ialah petunjuk orang dalam berjalan serta meniti kehidupan.

2. Mengenalkan asal usul Istana Solo serta Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu banyak menceritakan mengenai peradaban Kerajaan Mataram yang terbagi jadi 4 istana di Solo serta Yogyakarta, ialah Kasunanan Surakarta, Kerajaan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, serta Kadipaten Pakualaman.

Para wisatawan bisa memandang banyak gambar serta gambar adiwangsa pada era itu, koleksi kain batik Solo serta Yogyakarta yang nyatanya mempunyai arti tertentu, klonengan kuno, arca- arca adat Hindu serta Budha, dan aset yang lain.

3. Awal mulanya merupakan museum koleksi pribadi

Museum ini dipelopori oleh keluarga Haryono, keluarga pembatik di Yogyakarta yang memanglah sedang generasi adiwangsa. Mereka senang mengumpulkan aset peninggalan adat Jawa sebab amat menyayangi asal usul Indonesia, spesialnya Jawa.

Dikala ini, tidak hanya donasi dari keluarga Haryono, koleksi Museum Ullen Sentalu pula diterima dari sumbangan Yayasan Ulating Blencong( pengelola museum) serta datuk keluarga kerajaan Mataram.

4. Cerita cinta Gadis Tineke yang dilarang orangtua

Salah satu ruangan yang sangat menarik di Museum Ullen Sentalu merupakan Ruang Puisi buat Tineke. Tineke merupakan julukan Belanda gadis Sunan Surakarta Pakubuwono XI.

Hadapi patah batin yang luar lazim sebab laki- laki yang dicintainya dikira tidak“ cocok” oleh orangtua, Gadis Tineke menyambut banyak pesan cinta serta syair penghiburan dari kerabat serta sahabat. Kamu bisa memandang isi surat- surat itu di ruangan ini. Gimana akhir cerita cinta Tineke? Temui tanggapannya dikala Kamu bertamu ke museum ini!

5. Kombinasi style arsitektur rumah gotik serta tropis

Merambah museum ini, nampak banyak tiang gedung yang dibuat dari material batu alam seperti rumah tropis. Sehabis melampaui sebagian ruangan, Kamu hendak menciptakan gedung bercorak putih dengan kebinasaan akhir lancip, sejenis kastil Eropa.

Bagi web sah museum, rancangan konsep arsitektur Museum Ullen Sentalu termotivasi dari statment Yoshio Taniguchi, arsitek Jepang yang merancang balik Museum of Modern Art( MoMA), yang berkata kalau arsitektur selaku buatan seni paling tinggi tidak tampak selaku konsep sendiri yang terpisah, tetapi berpadu dengan koleksi museum yang terletak di dalamnya dalam suatu lingkungan.

6. Pembimbing rekreasi yang interaktif

Untuk sebagian orang, mendatangi museum bisa jadi terdengar“ menjenuhkan”. Tetapi, bisa ditentukan kunjungan Kamu ke Museum Ullen Sentalu hendak jadi pengalaman yang mengasyikkan sekalian edukatif.

Museum ini senantiasa sediakan sarana pembimbing rekreasi yang hendak menemani wisatawan menelusuri tiap ruangan. Dengan metode penyampaian yang interaktif, Kamu juga hendak fokus mencermati masing- masing uraiannya.

7. Tidak bisa gambar sembarangan

Susah mencari gambar koleksi Museum Ullen Sentalu di internet ataupun alat sosial? Itu sebab memanglah terdapat peraturan yang tidak memperbolehkan wisatawan buat mengutip lukisan dalam wujud apapun di nyaris semua zona museum.

Tetapi janganlah takut, terdapat sebagian spot spesial yang diadakan buat difoto. Salah satunya merupakan di zona replika relief Candi Borobudur yang terbuat miring, melukiskan penyusutan atensi angkatan belia hendak seni serta adat Jawa.

8. Museum Ullen Sentalu berjarak 30- 45 menit dari tengah kota

Terletak 25 kilometer utara dari pusat kota Yogyakarta, Kamu bisa mendatangi museum ini dengan memakai alat transportasi individu ataupun biasa.

9. Wisatawan dapat mencicipi racikan minuman abadi muda

Sehabis melampaui sebagian zona museum, pembimbing rekreasi hendak menyilakan wisatawan buat rehat sesaat serta sediakan minuman Wedang Istri raja Abang. Gelar“ Istri raja Abang” ini didapat dari julukan maharani Sri Susuhunan Pakubuwono X. Kabarnya tuturnya, racikan minuman ini diyakini bisa membuat orang abadi belia serupa semacam tampang si maharani. Penasaran gimana rasanya?

Baca Juga : Sejarah Library of Congress di Washington, DC

10. Harga karcis masuk serta jam buka Museum Ullen Sentalu

Museum ini dibuka tiap hari melainkan hari Senin. Butuh dicatat pula kalau pembelian karcis serta rekreasi terakhir 30 menit saat sebelum museum tutup.

Harga karcis masuk

Wisatawan dalam negeri: Rp40. 000,-( Berusia), Rp20. 000,-( 5- 12 tahun)

Wisatawan mancanegara: Rp100. 000,-( Berusia), Rp60. 000,-( 5- 12 tahun)

Jam buka

Senin: Tutup

Selasa- Jumat: 08. 00- 16. 00 WIB

Sabtu- Minggu: 08. 30- 17. 00 Wib

Panduan Ke Museum

Dengan Alat transportasi Individu:

1. Lewat Jalur Kaliurang( 30- 45 menit): simak jalur penting ke arah utara sejauh 18 kilometer.

2. Lewat Jalur Ajang Angkatan Siswa( 25- 35 menit): simak jalur penting ke arah utara sejauh 10 kilometer, kelok kanan pada pertigaan Pulowatu serta simak jalur sejauh 3 kilometer, kelok kiri di pertigaan Pasar Pakem, simak jalur penting sejauh 6, 5 kilometer.

Dengan Alat transportasi Biasa( 60- 90 menit):

Maanfaatkan Bis TransJogja arah 2B ataupun 3B serta turun di Shelter Ring Road Utara- Kentungan.

Ubah dengan angkot arah Yogyakarta- Pakem serta turun di Pasar Pakem.

Ubah dengan angkot arah Pakem- Kaliurang serta turun di Halaman Anak- anak Kaliurang.

Berjalan ke arah Barat kurang lebih 300 m( 8 menit).

*) Angkot cuma bekerja pada jam 08. 00- 14. 00 Wib, dengan agenda yang tidak tertib

Close